Monday, September 18, 2006
Menteri Ihklimis Mahendra Punya Simpanan di Bellagio
JAKARTA -- Berita perkawinan kedua Tuan Menteri Ihklimis Mahendra dengan seorang daun muda terlempar bak bola panas liar. Setelah foto pernikahannya yang menunjukkan wajahnya yang "mupeng" itu beredar dan bikin heboh di mana-mana, kabar burung pun berseliweran memanaskan perbincangan warga Jakarta.
Seorang sumber mengirim kabar bahwa Menteri Ihklimis Mahendra itu memang penggemar daun muda. Daun-daun itu sering dia petik di Klub Mawar Merah, Mangga Besar, Jakarta. Ada satu daun, mahasiswi UI, yang kemudian diboyong ke tempat tetirahnya yang tersohor: Apartemen Bellagio di Mega Kuningan, Jakarta. Namanya masih dirahasiakan demi keamanan.
Tapi, sumber itu sebenarnya heran juga. Mengapa Tuan Menteri harus buka kamar di Bellagio? Bukankah istananya di Cirendeu, Jakarta Selatan, sudah aman dan nyaman buat menyimpan daun-daun, baik yang muda maupun yang hampir kering. Ada terowongannya pula.
"Pasti asyik tuh lari-lari di terowongan sambil, ehm ...," kata sumber kabar burung.
Posted at 09:30 pm by kabar burung
sangkar permanen
Monday, September 11, 2006
Antrean Itu Kabarnya Cuma Trik Penjual Donat
JAKARTA -- Sebuah media menulis tentang histeria donut di
sini. Tentang warga Jakarta yang rela antre demi sepotong donat! Atrean itu sering terlihat di sejumlah mal dan plasa. Orang rela menunggu berderet-deret demi menyantap kue bolong merek tertentu.
Antrean itu menjadi-jadi ketika sebuah waralaba penjual donat buka gerai di Mal Pondok Indah II menjelang tengah hari pada Kamis pekan lalu. Antrean mengular berkelok panjang yang berujung di gerai Krispy Kreme Doughnuts, warung donat dari Amerika Serikat, yang hari itu untuk pertama kalinya beroperasi di Jakarta. Krispy Kreme itu katanya sudah menjual donat di Amerika sejak 1937. Antrean bahkan telah dimulai satu malam sebelum gerai resmi dibuka.
Sumber kabar burung menyebut histeria itu sesuatu yang palsu dan tak masuk akal. Sumber kabar burung mengatakan antrean itu sebenarnya cuma akal-akalan para penjual donat. Mereka membayar orang-orang untuk pura-pura antre. Sebagian lagi menyuruh karyawannya sendiri yang antre.
"Masa ada sih orang yang begitu bodoh antre berjam-jam sampai pagi hanya untuk membeli donat?" tanya sumber itu. "Masih mending kalau ada hadiahnya mobil atau uang jutaan rupiah."
Akal-akalan itu, katanya, sengaja dipakai untuk mengelabui calon pembeli. Dengan trik ini, para pedagang donat berharap para pengunjung mal mengira orang-orang sedang antre donat yang sedang jadi trend. Bagian dari gaya hidup. Dasarnya orang Jakarta memang gampang ditipu dan suka ikut-ikutan, mereka dapat dipastikan akan segera ikut antre.
Trik itu kabarnya pernah sukses diterapkan oleh para pedagang pisang goreng Pontianak itu. Ketika pertama kali buka, antrean pembeli juga mengular panjang. Namun, sebagian konsumen akhirnya sadar juga. Mereka tak mau lagi terkecoh oleh trik murahan itu. "Apalagi rasanya ternyata biasa-biasa saja, " kata seorang pembeli pisang di Bintaro.
Para penjual pisang goreng itu lama-lama ditinggalkan pembeli dan akhirnya tak ada antrean lagi.
Jadi, Anda masih mau antre donat lagi?
Posted at 08:16 am by kabar burung
sangkar permanen
Tuesday, July 25, 2006
Maia Ahmad Merana, Tapi Apa Boleh Buat
JAKARTA -- Maia Ahmad, personel grup Ratu dan istri front man Dewa 19 Dhani Ahmad, dikabarkan tengah merana. Ia sedang menghadapi hidangan dengan menu buah simalakama.
Sumber-sumber kabar burung membisikkan, Maia sebenarnya tak siap
menghadapi kenyataan bahwa suaminya menikahi sahabatnya sendiri. Dia
sempat ragu dan menolak, tapi belakangan sikapnya berubah. Ia mencoba
realistis.
Dia sendiri yang membawa Mulan Kwok ke dalam
rumahnya. Dia pulalah yang memberi sang suami kesempatan seluas-luasnya
agar dapat berduaan dengan sang sobat di dalam ruang yang paling
pribadi. Sesal kemudian, apalah gunanya. Dasar sang suami juga ibarat
ular yang belum kenyang di kandang.
Dhani pun akhirnya
menikah dengan Mulan di sebuah hotel mewah di Jakarta Selatan. Seorang
Gus dari NU menjadi wali pernikahan itu. Maia tak berdaya karena sang
Gus menasihati begini, "Suamimu itu mesin uang yang lagi panas-panasnya
berputar. Janganlah kau ganggu. Nanti bisa berhenti dan kamu pula yang
mesti menanggungnya. Kamu bisa kehilangan suami dan rejeki sekaligus."
Karena tak siap dengan risiko kehilangan dua-duanya, Maia hanya bisa
pasrah. Tapi hati perempuan siapa yang tahu. Ia jelas tak tahan
menanggung beban sendiri. Ia butuh curahan hati. Ke mana ia bicara?
Maia ternyata sesekali berbagi cerita dengan kawannya yang juga penabuh
drum Dewa, Tyo Nugros. Dan Tyo bersimpati pada Maia. Ia tak terima
sahabatnya memperlakukan istrinya sendiri begitu rupa. Ia meneguhkan
sikapnya, tekadnya bulat. Ia pun memilih hengkang dari Dewa 19 dan
mengucapkan selamat tinggal pada sahabat lamanya.
Dan selanjutnya adalah sejarah dan gosip yang berseliweran di media hiburan....
Posted at 09:40 am by kabar burung
sangkar permanen